BERITA JEPANG

Halaman 70

Kasus Penipuan 'Tokushu Sagi' di Jepang Cetak Rekor, 70% Pelaku Menyamar Jadi Polisi
Domestik • 12 Feb

Kasus Penipuan 'Tokushu Sagi' di Jepang Cetak Rekor, 70% Pelaku Menyamar Jadi Polisi

Kepolisian Jepang mengungkapkan kerugian akibat kasus “penipuan khusus” (tokushu sagi) secara nasional mencapai rekor tertinggi tahun lalu, yakni 141,4 miliar yen (sekitar 928 juta dolar AS). Angka sementara yang dirilis Badan Kepolisian Nasional (NPA) ini hampir dua kali lipat dari total tahun 2024. “Penipuan khusus” merujuk pada jenis penipuan di mana pelaku menghubungi korban melalui telepon dan metode lainnya, berpura-pura menjadi tokoh berwenang atau anggota keluarga. Sekitar 70 persen kasus melibatkan pelaku yang menyamar sebagai polisi. Kerugian dari kasus ini mencapai 98,5 miliar yen (sekitar 646 juta dolar AS), melonjak tajam dari tahun sebelumnya.

Aliansi Reformasi Sentris Jepang Pilih Ketua Baru Setelah Kekalahan Telak di Pemilu
Politik • 12 Feb

Aliansi Reformasi Sentris Jepang Pilih Ketua Baru Setelah Kekalahan Telak di Pemilu

Dua anggota parlemen dari partai oposisi Jepang, Aliansi Reformasi Sentris (Centrist Reform Alliance/CRA), telah mendaftarkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan ketua partai baru. Partai ini dibentuk tepat sebelum pemilu umum bulan ini oleh anggota Majelis Rendah dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) dan Komeito. Namun kedua ko-presiden partai, Noda Yoshihiko dan Saito Tetsuo, mengumumkan niat mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas kekalahan besar partai pada hari Minggu. Kampanye untuk memilih penerus mereka resmi dimulai pada hari Kamis.

Seminar di London Promosikan Jepang sebagai Tujuan Investasi Alternatif
Bisnis • 12 Feb

Seminar di London Promosikan Jepang sebagai Tujuan Investasi Alternatif

Industri sekuritas Jepang menggelar seminar di London untuk menarik lebih banyak investor asing ke negara tersebut. Sekitar 350 peserta menghadiri Japan Securities Summit ke-15 pada hari Rabu. Menteri Keuangan Jepang Katayama Satsuki menyampaikan dalam pesan video bahwa Jepang sedang bertransisi dari ekonomi deflasi yang berorientasi pemotongan biaya menjadi ekonomi yang dinamis dan berorientasi pertumbuhan, didorong oleh investasi berani dan peningkatan produktivitas. CEO Japan Exchange Group, Yamaji Hiromi, mengatakan minat investasi ke Jepang terus meningkat.

Krisis Tenaga Kerja Pukul Seven-Eleven: Pengiriman Onigiri Dikurangi
Bisnis • 12 Feb

Krisis Tenaga Kerja Pukul Seven-Eleven: Pengiriman Onigiri Dikurangi

Seven-Eleven Japan mengumumkan pengurangan frekuensi pengiriman onigiri, sandwich, dan produk makanan lainnya ke toko-toko akibat kekurangan tenaga kerja. Operator jaringan convenience store terbesar di Jepang ini memangkas pengiriman dari tiga kali menjadi dua kali sehari. Pengurangan dimulai sejak Senin pekan ini di beberapa fasilitas pemrosesan makanan di Hokkaido. Perusahaan menyatakan langkah ini diperkirakan akan mengurangi biaya tenaga kerja sekitar 10 persen. Dipertegas bahwa jumlah produksi dan pengiriman harian tetap sama — hanya frekuensinya yang berkurang.

Analis: PDB Jepang Diprediksi Tumbuh Positif di Kuartal Oktober-Desember 2025
Bisnis • 12 Feb

Analis: PDB Jepang Diprediksi Tumbuh Positif di Kuartal Oktober-Desember 2025

Para analis memperkirakan ekonomi Jepang kembali tumbuh pada tiga bulan terakhir 2025, ditopang oleh belanja korporasi dan konsumsi pribadi yang solid. Sebelas lembaga riset telah menyampaikan proyeksi PDB untuk periode Oktober-Desember menjelang rilis resmi data pada Senin depan. Seluruh lembaga memperkirakan PDB tumbuh dalam basis riil (inflation-adjusted) setelah kontraksi pada kuartal sebelumnya. Lima lembaga memproyeksikan pertumbuhan tahunan di kisaran 1 hingga 1,9 persen. Empat lembaga memperkirakan pertumbuhan di kisaran 2 persen. Sementara dua lembaga menaruh angka pertumbuhan di bawah 1 persen.

Polisi Hong Kong Hubungi Jepang Soal Serangkaian Perampokan Uang Tunai Misterius
Domestik • 12 Feb

Polisi Hong Kong Hubungi Jepang Soal Serangkaian Perampokan Uang Tunai Misterius

Pejabat tertinggi kepolisian Hong Kong menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan polisi Jepang untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara dua perampokan dan satu percobaan perampokan di Tokyo dan Hong Kong. Bulan lalu, sejumlah besar uang tunai menjadi target perampokan di kedua kota tersebut. Pada 29 Januari, sekelompok warga negara Tiongkok dan Jepang dirampok lebih dari 400 juta yen (sekitar 2,6 juta dolar AS) di jalanan kawasan Taito, Tokyo. Beberapa jam kemudian, dini hari 30 Januari, terjadi percobaan pencurian sejumlah besar uang di Bandara Haneda, Tokyo. Perampokan di Hong Kong terjadi pada hari yang sama.