BERITA JEPANG

Budaya

Festival Hadaka Mairi: Ritual 'Telanjang' Musim Dingin di Aomori
Budaya • 19 Feb

Festival Hadaka Mairi: Ritual 'Telanjang' Musim Dingin di Aomori

Pria-pria yang hanya mengenakan cawat (fundoshi) berparade di jalan-jalan yang diapit tumpukan salju di sebuah kota di Jepang utara dalam acara tradisional Tahun Baru Imlek. Sebanyak 37 pria yang hampir telanjang berkumpul di sebuah kuil Shinto pada hari Selasa di distrik Onizawa, Hirosaki, Prefektur Aomori, untuk ritual “hadaka mairi,” atau “ziarah telanjang.” Di halaman kuil, para pria merendam diri mereka dalam bak kayu berisi air sebagai ritual penyucian. Mereka mengertakkan gigi menahan dingin yang menusuk saat berulang kali mencelupkan diri ke dalam air.

Tari Enburi: Ritual Unik Aomori Sambut Kedatangan Musim Semi
Budaya • 17 Feb

Tari Enburi: Ritual Unik Aomori Sambut Kedatangan Musim Semi

Seni pertunjukan tradisional di prefektur Aomori, Jepang utara, kini tengah menyambut kedatangan musim semi. “Hachinohe Enburi” adalah pertunjukan tari lokal yang dilakukan oleh banyak kelompok. Mereka merekayasa ulang adegan dari pertanian padi untuk memanjatkan doa demi panen yang melimpah. Seni lokal ini telah ditetapkan sebagai Aset Budaya Rakyat Takbenda Penting negara tersebut. Festival selama empat hari ini dimulai di Kota Hachinohe pada hari Selasa. Tiga puluh empat kelompok berparade melalui jalan-jalan sambil menampilkan tarian mereka di pusat kota.

Ritual Unik Akita: Membakar Pohon Suci Demi Panen Melimpah
Budaya • 17 Feb

Ritual Unik Akita: Membakar Pohon Suci Demi Panen Melimpah

Sebuah komunitas di prefektur Akita, Jepang utara, membakar sebuah pohon suci sebagai bagian dari ritual memohon panen yang melimpah. Pembakaran ini merupakan tradisi dari festival “Kuzoguro Himatsuri Kamakura”, yang diadakan selama periode pasca-Tahun Baru imlek. Festival ini konon bermula sejak era Edo (abad ke-17 hingga ke-19) di pemukiman Kuzoguro, Kota Kitaakita. Warga setempat dan penonton berkumpul pada hari Minggu di sebuah sawah yang tertutup salju. Mereka mendirikan pohon suci tersebut dengan menarik tali hingga tegak. Pohon itu memiliki tinggi sekitar 13 meter.

Jepang Lobby Afrika Selatan Izinkan Botol Sake Tradisional
Bisnis • 17 Feb

Jepang Lobby Afrika Selatan Izinkan Botol Sake Tradisional

Pejabat perdagangan Jepang tengah mendesak Afrika Selatan untuk mengizinkan penjualan sake dalam ukuran botol yang sudah lama menjadi standar di negara asalnya. Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO) mengadakan seminar sake di Cape Town pada hari Senin, yang dihadiri oleh pejabat pemerintah dan pelaku bisnis setempat. Minat terhadap minuman ikonik Jepang ini semakin tumbuh di Afrika Selatan seiring dengan “booming” global masakan tradisional Jepang yang dikenal sebagai washoku. Namun, saat ini Afrika Selatan tidak mengizinkan sake dijual dalam ukuran botol khas Jepang, yaitu satu “sho” (setara 1,8 liter) dan empat “go” (720 mililiter). Otoritas setempat beralasan bahwa satuan ukuran tersebut dapat membingungkan konsumen.

Turnamen Sumo di Atas Ring Salju Meriahkan Kota Mashike, Hokkaido
Budaya • 16 Feb

Turnamen Sumo di Atas Ring Salju Meriahkan Kota Mashike, Hokkaido

Sebuah turnamen sumo tahunan di atas ring yang terbuat dari salju telah diadakan di sebuah kota di Hokkaido. Acara ini berlangsung di depan gedung stasiun kereta api yang tidak lagi digunakan karena jalur kereta apinya telah ditutup. Sebanyak 14 pesumo amatir ambil bagian pada hari Minggu dalam acara di Kota Mashike yang bertujuan untuk merevitalisasi komunitas daerah tersebut. Penonton bersorak menyemangati para pesumo saat mereka menunjukkan bantingan kuat dan dorongan di atas ring yang licin.

Peringatan Interniran Jepang-Amerika PD II Diadakan di California
Budaya • 15 Feb

Peringatan Interniran Jepang-Amerika PD II Diadakan di California

Pengasingan warga Jepang-Amerika selama Perang Dunia II diperingati dalam sebuah acara di negara bagian barat AS, California, yang merupakan rumah bagi banyak penduduk keturunan Jepang. Acara ini diadakan menjelang peringatan ke-84 penandatanganan perintah eksekutif yang menyebabkan penahanan lebih dari 125.000 orang Amerika keturunan Jepang dan lainnya. Presiden AS saat itu, Franklin Roosevelt, menandatangani perintah tersebut pada 19 Februari 1942, sekitar dua bulan setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor. Pada hari Sabtu, puluhan orang, termasuk warga Jepang-Amerika, menghadiri acara di sebuah taman di Sacramento. Sebuah buku berisi nama-nama mereka yang ditahan ditampilkan, dan para peserta menempelkan stempel di samping nama yang dibacakan sebagai bentuk penghormatan.